Australian Open 2013

The Australian Open tennis tournament is held every year during the last two weeks of January in Melbourne, Australia.

San Fransisco, California

This is a natural color, high-resolution DigitalGlobe satellite image featuring the Golden Gate Bridge and Toll Plaza.

Dubai, United Arab Emirates

This is a natural color, 60 centimeter (2 foot) high-resolution QuickBird satellite image featuring the Emirates Towers in downtown Dubai.

ISLES OF SCILLY, UNITED KINGDOM

This is a natural color, 60 centimeter high-resolution QuickBird satellite image featuring the isles that form an archipelago located off the southwestern tip of the Cornish peninsula of Great Britain.

Friday, October 11, 2013

Resolusi Spasial, Temporal, Radiometrik dan Spektral

Suatu image (citra) memiliki keutamaan dalam penginderaan jauh yaitu dengan adanya rentang panjang gelombang (wavelength  band) yang dimilikinya. Beberapa radiasi yang dapat dideteksi dengan sistem penginderaan jarak jauh antara lain : radiasi cahaya matahari atau panjang gelombang dari visible dan near sampai middle  infrared,  panas atau dari distribusi spasial energi panas yang dipantulkan permukaan bumi (thermal), serta refleksi gelombang mikro. Setiap material pada permukaan bumi juga mempunyai reflektansi yang berbeda terhadap cahaya matahari. Sehingga, material-material tersebut akan mempunyai resolusi yang berbeda pada setiap band panjang gelombang.

Piksel adalah sebuah titik yang merupakan elemen palong kecil pada citra satelit. Angka numerik (1 byte) dari piksel disebut Digital Number (DN). Digital Number bisa ditampilkan dalam warna kelabu, berkisar antara putih dan hitam (greyscale), tergantung level energi yang terdeteksi. Piksel yang disusun dalam order yang benar akan membentuk sebuah citra.

a. Resolusi Citra Satelit
Berdasarkan resolusi yang digunakan, citra hasil penginderaan jarak jauh bisa dibedakan atas (Jaya, 2002) :

1) Resolusi spasial
Merupakan ukuran terkecil dari suatu bentuk (feature) permukaan bumi yang bisa dibedakan dengan bentuk permukaan di sekitarnya, atau sesuatu yang ukurannya bisa ditentukan. Kemampuan ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi (recognize) dan menganalisis suatu objek di bumi selain mendeteksi (detectable) keberadaannya.

2) Resolusi spektral
Merupakan dimensi dan jumlah daerah panjang gelombang yang sensitif  terhadap sensor.

3) Resolusi radiometrik
Merupakan ukuran sensitivitas sensor untuk membedakan aliran radiasi (radiation flux) yang dipantulkan atau diemisikan suatu objek oleh permukaan bumi.

4) Resolusi Temporal
Merupakan frekuensi suatu sistem sensor merekam suatu areal yang sama (revisit). Seperti Landsat TM yang mempunyai ulangan setiap 16 hari, SPOT 26 hari dan lain sebagainya.
Karakteristik pantulan spektral dari vegetasi dipengaruhi oleh kandungan pigmen daun, material organik, air dan karakteristik struktural daun seperti bentuk daun dan luas daun (Huete and Glenn, 2011). Karakteristik pantulan spektral dari vegetasi dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pada bagian spektrum tampak dan pada bagian spektrum inframerah dekat / Near Infra Red.
Pada bagian spektrum tampak, vegetasi memiliki nilai pantulan relatif rendah pada spektrum biru dan merah dengan puncak minor pada spektrum hijau (Mather, 2004). Pantulan spektral yang rendah pada spektrum biru dan merah disebabkan karena vegetasi menyerap banyak energi pada kedua spektrum tersebut. Energi pada spektrum tersebut digunakan untuk aktifitas photosintesis pada daun (Song, 2011). Jumlah energi yang terserap pada kedua spektrum tersebut mencapai 70% hingga 90% dari total energi yang datang ke permukaan daun. Relatif lebih rendahnya pantulan spektral pada spektrum biru dan merah dibandingkan pada spektrum hijau, memberi efek visualisasi warna hijau pada daun tersebut. Daun nampak berwarna hijau oleh mata, karena kemampuan mata dalam menangkap spektrum elektromagnetis berada pada spektrum tampak saja.
Pantulan spektral meningkat secara drastis pada rentangan spektral antara 0.65 hingga 0.76 µm. Zona rentangan spektral pada pola spektral vegetasi ini disebut dengan istilah titik batas merah (red edge point).
Pada rentangan spektrum infra merah dekat, yang juga merupakan bagian kedua dari karakteristik pola spektral vegetasi, memiliki pantulan spektral yang relatif tinggi. Pantulan spektral yang tinggi ini terrentang antara 0.76-1.35 µm. Selanjutnya pada rentangan 1.35-2.5 µm pantulan spektral dipengaruhi oleh struktur internal daun. Faktor pengaruh yang dominan terhadap pantulan spektral pada rentangan 1.35-2.5 µm ini adalah banyak sedikitnya kandungan air pada lembar daun tersebut.

Gambar . Pola spektral beberapa jenis vegetasi

Kebanyakan citra satelit yang belum diproses, disimpan dalam bentuk grayscale, yang merupakan skala warna dari hitam ke putih dengan derajat keabuan yang bervariasi. Untuk penginderaan jauh, skala yang dipakai adalah 256 shade grayscale, dimana nilai 0 menggambarkan hitam, nilai 255 putih. Untuk citra muktispektral, masing-masing piksel mempunyai beberapa DN, sesuai dengan jumlah band yang dimiliki. Misalnya, untuk Landsat 7, masing-masing piksel mempunyai 7 DN dari 7 band yang dimiliki. Citra bias ditampilkan untuk masing0masing band dalam bentuk hitan putih maupun kombinasi 3 band sekaligus, yang disebut color composites. Citra sebagai dataset, bisa dimanipulasi menggunakan algorithm (persamaan matematis). Manipulasi bisa merupakan pengkoreksian error, pemetaan kembali data terhadap suatu referensi geografi tertentu, ataupun mengekstrak informasi yang tidak langsung terlihat dari data. Data dari dua citra atau lebih pada lokasi yang sama dikombinasikan secara matematis untuk membuat composite dari beberapa dataset. Produk data ini, disebut derived products, yang bisa dihasilkan dengan beberapa penghitungan matematis atas data numerik mentah (DN) (Puntodewo, dkk, 2003).

Processing Citra - Pansharpening and Colour Enhance

Sebagian besar Satelit resolusi tinggi dan menengah menangkap data resolusi tinggi dalam satu Band Panchromatic, dan data resolusi rendah pada beberapan Band Multispektral. Ukuran Pixel dari Band Multispektral merupakan kelipatan dari ukuran Pixel dari Band Panchromatic. Dengan teknik Pan-Sharpening kedua data tersebut digabungkan untuk menghasilkan Image yang berwarna dan detail yang lebih baik dari Citra Panchromatic. Dengan Citra yang telah di Pan-Sharpen anda akan mendapatkan citra berwarna yang cocok untuk berbagai Aplikasi, seperti Pemetaan data Spasial, Pemetaan Vegetasi, atau sebagai Peta dasar latar belakang Vektor. Dengan resolusi Spasial Tinggi memungkinkan anda untuk melihat objek lebih detail.

Pansharpening merupakan proses fusi antara citra pankromatik high-resolution dengan citra multispektral low-resolution untuk memperoleh citra dengan kualitas high-resolution dan natural color image. Proses fusi antara citra pankromatik dan multispectral ini bisa dilakukan baik dari akuisi data dengan sensor yang sama maupun berbeda. Tetapi, hasil terbaik tentu akan diperoleh ketika masing-masing citra yang akan kita fusi memiliki data yang sama. Software yang bisa digunakan untuk proses pansharapening ini antara lain PCI Geomatica dengan algoritma pansharpeningnya atau menggunakan ErMapper menggunakan metode SFIM (Smoothing Filtered Intensity Modulation)



 Citra Pancromatic (Hitam Putih) 0,5 meter
Citra Hasil Pansharp (Natural Colour) 0,5 meter


SELAMAT DATANG DI BLOG RESELLER RESMI DATA CITRA DIGITAL GLOBE

KERJA SAMA PERUSAHAAN

Kami RESELLER Resmi dari DIGITAL GLOBE Menjual Data Peta Citra Satelit Quickbird, WorldView 1 dan WorldView 2 (Generasi Citra Satelit Terbaru dari Digital Globe) yg dapat dimanfaatkan dalam Aktifitas Pekerjaan Bidang Spasial, Penginderaan Jarak Jauh, Pemetaan, Sistem Informasi Geografis (SIG),RTRW, RTRK, RDTRK, Inventarisasi Sumber Daya Alam, Lingkungan, Kependudukan, Pertanahan, Pertanian, Pertambangan, Kehutanan, Transportasi, Perencanaan Wilayah & Kota yg berkaitan dgn Data Citra Satelit.

Kami menawarkan Produk Citra terbaik dan terakurat dengan harga Reseller Resmi Digital Globe.
Untuk informasi lebih lanjut Hubungi Kami.

Terima Kasih,
Marketing